Aprilia Borong Empat Besar di Mandalika, Begini Hasilnya

Aprilia Racing mencatat hasil yang sulit dilupakan di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 setelah empat pembalap RS-GP26 finis di posisi empat besar pada balapan di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (11/10) WIB. Marco Bezzecchi keluar sebagai pemenang, Raul Fernandez mengunci posisi kedua, Jorge Martin finis ketiga, dan Ai Ogura melengkapi daftar empat besar.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyebut capaian itu sebagai penutup akhir pekan yang sangat spesial bagi timnya. Dalam penilaian Rivola, keberhasilan tersebut menjadi momen yang akan lama diingat karena Aprilia menempatkan seluruh wakilnya di barisan terdepan hasil akhir balapan utama.
Awal akhir pekan tidak sepenuhnya mulus
Meski hasil balapan utama sangat menonjol, Rivola tidak menutup fakta bahwa perjalanan Aprilia sepanjang akhir pekan sempat diwarnai masalah. Ia menyinggung sprint race pada Sabtu yang terganggu oleh kesalahan di Tikungan 1 serta persoalan pengaturan tekanan ban depan pada motor Jorge Martin.
Pada hari itu, Raul Fernandez sempat memberi sinyal positif lewat pole position, tetapi rangkaian hasil Aprilia belum benar-benar rapi. Sementara itu, penampilan Jorge Martin mendapat perhatian khusus karena ia harus menghadapi kendala yang memengaruhi jalannya balapan sprint.
Di tengah situasi tersebut, Ai Ogura tampil agresif. Pembalap Jepang itu menyalip sejumlah rival dan membantu Aprilia menjaga momentum sebelum balapan utama digelar. Dari rangkaian hasil itu, tim akhirnya mendapatkan penutup yang jauh lebih lengkap di hari Minggu.
Empat motor RS-GP26 di empat besar
Hasil di Mandalika menjadi catatan penting karena untuk pertama kalinya empat motor RS-GP finis di empat besar dalam satu balapan. Aprilia menutup lomba dengan kombinasi hasil yang merata di papan atas: Bezzecchi pertama, Fernandez kedua, Martin ketiga, dan Ogura keempat.
Rivola menilai capaian tersebut lahir dari kerja tim yang rapi, bukan sekadar keberuntungan sesaat. Ia juga mengaitkannya dengan dominasi Aprilia pada seri-seri sebelumnya, ketika tim ini sudah lebih dulu mengamankan seluruh podium di Le Mans, Assen, dan Silverstone pada musim yang sama.
Namun, dalam nada yang tetap hati-hati, Rivola mengingatkan bahwa persaingan masih akan terus ketat hingga akhir kejuaraan. Sikap itu menunjukkan Aprilia memilih membaca hasil Mandalika sebagai bukti progres, bukan alasan untuk berpuas diri terlalu cepat.
Makna hasil Mandalika bagi Aprilia
Bila melihat urutan finis di Mandalika, Aprilia bukan hanya mencatat kemenangan, tetapi juga menunjukkan kedalaman skuad yang jarang terlihat dalam satu balapan. Empat pembalap di empat besar memberi gambaran bahwa performa tim di lintasan Indonesia berjalan sangat efektif pada momen yang tepat.
Bagi pembaca yang mengikuti jalannya hasil balapan lewat Jalalive, catatan ini menegaskan betapa kuatnya sorotan tertuju pada performa Aprilia pada akhir pekan tersebut. Satu kemenangan, satu posisi kedua, satu podium ketiga, dan satu finis keempat membuat balapan di Mandalika menjadi salah satu hasil paling lengkap bagi Aprilia pada musim ini.
Rivola juga menyampaikan apresiasi kepada tim di Noale, Italia, atas komitmen dan dedikasi mereka sepanjang musim. Dalam konteks Mandalika, apresiasi itu terasa sejalan dengan hasil akhir yang berhasil diraih Aprilia pada balapan utama di Indonesia.
